Indramayu,MATA MATA HUKUM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal, memberikan apresiasi kepada Kapolres Indramayu atas langkah cepat dan pendekatan dialogis dalam menangani insiden yang terjadi beberapa hari lalu di wilayah Kecamatan Sindang.
Menurut KH Ahmad Syaerozi Bilal, respons cepat kepolisian menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif. Terlebih, penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat hingga para ulama.
Ia menilai, pendekatan dialogis tersebut penting untuk meredam ketegangan sekaligus membuka ruang komunikasi antarkelompok masyarakat agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolres yang telah mampu menangani permasalahan itu. Beliau meluangkan waktu khusus untuk menangani hal ini,” ujar KH Ahmad Syaerozi Bilal, Senin (28/9/2026).
Salah satu langkah yang dilakukan, lanjutnya, yakni mempertemukan unsur masyarakat Madura dengan berbagai pihak terkait untuk membangun pemahaman bersama mengenai situasi yang terjadi.
Pertemuan tersebut turut melibatkan unsur Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), baik dari tingkat pusat, Kabupaten Indramayu maupun Jawa Barat. Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Mu’minin.
Dalam forum tersebut, Kapolres Indramayu menyampaikan penjelasan mengenai situasi serta rangkaian peristiwa yang terjadi. Langkah itu dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
KH Ahmad Syaerozi Bilal menyebut komunikasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Madura yang selama ini tinggal dan mencari nafkah di Kabupaten Indramayu.
Ia juga mengingatkan pentingnya saling menghormati, menjaga norma sosial serta menghargai kehidupan masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita hidup bersama-sama, mencari rezeki dan menjaga kehidupan yang damai,” katanya.
Upaya menjaga kondusivitas juga dilakukan melalui silaturahmi dan dialog bersama tokoh masyarakat serta warga Desa Rambatan Wetan dan Desa Rambatan Kulon.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat diajak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, menahan diri serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah ketika menghadapi persoalan.
Menurut KH Ahmad Syaerozi Bilal, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah titik temu yang dapat diterima masyarakat.
Karena itu, ia kembali menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolres Indramayu yang mengedepankan pendekatan persuasif dengan merangkul berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur lainnya merupakan bagian penting dalam menjaga suasana tetap aman sekaligus mencegah munculnya persoalan lanjutan.
Ia berharap seluruh masyarakat Indramayu terus menjaga persatuan, saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah kebersamaan.
“Mudah-mudahan Indramayu tetap kondusif, aman dan terkendali, serta menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Kita hidup bersama-sama, mencari rezeki demi bekal ibadah masing-masing,” tutupnya.
(Casinih)