Indramayu,MATA-MATA HUKUM-Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas terus digencarkan jajaran Satlantas Polres Karawang melalui kegiatan edukatif yang menyasar lingkungan sekolah. Kali ini, pembinaan etika berkendara digelar di SMPN 5 Karawang Barat dengan melibatkan para guru serta siswa-siswi sebagai peserta utama. Kegiatan tersebut tidak sekadar sosialisasi biasa, melainkan menjadi langkah strategis dalam menanamkan kesadaran sejak dini akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Para pelajar diajak memahami aturan, risiko, hingga tanggung jawab sebagai pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudiriyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.
“Dengan tujuan, mewujudkan Kamseltibcarlantas yang Presisi di Kabupaten Karawang,” ujar Sudiriyanto.
Ia menjelaskan, edukasi ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia pelajar. Kehadiran polisi di tengah masyarakat, lanjutnya, diharapkan dapat dirasakan secara nyata sebagai pelindung dan pengayom.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dari Satlantas Polres Karawang dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Sehingga sosok kepolisian dapat dirasakan kehadirannya secara langsung,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudiriyanto juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat berkendara, terutama bagi pengguna sepeda motor. Ia menekankan agar pengendara selalu menggunakan helm berstandar SNI, serta menghindari penggunaan ponsel maupun merokok saat berkendara.
“Hal itu demi menghindari terjadinya kecelakaan yang diakibatkan kelalaian pengendara,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan aturan bahwa pengendara roda dua tidak diperbolehkan membawa penumpang lebih dari satu orang. Penggunaan knalpot bising atau knalpot brong juga dilarang karena mengganggu ketertiban umum.
“Perhatikan rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, demi terciptanya Kamseltibcarlantas,” tegasnya.
Tak hanya kepada pelajar, imbauan juga disampaikan kepada para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya terkait tren berbahaya seperti menghadang kendaraan besar demi konten media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK.
“Bersama-sama kita gelorakan budaya disiplin berlalu lintas, untuk keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam berlalu lintas, demi terciptanya keamanan dan keselamatan bersama di jalan raya.
(Casinih)