Indramayu,MATA-MATA HUKUM-Sebagai salah satu garda terdepan penyedia energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga melalui Refinery Unit (RU) VI Balongan terus memperkuat keandalan operasional kilang. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah memastikan budaya knowledge sharing antar pekerja berjalan optimal, guna menjaga keselamatan dan efisiensi di lingkungan kerja berisiko tinggi.

Dalam industri pengolahan minyak dan gas, pengalaman operasional yang dimiliki pekerja senior menjadi aset penting. Transfer pengetahuan ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya kesalahan (repetitive problem), sekaligus mempercepat proses pembelajaran bagi pekerja muda serta membangun budaya kerja kolaboratif di dalam kilang.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, manajemen Kilang Balongan baru-baru ini meluncurkan buku pedoman bertajuk “Best Practice & Troubleshooting untuk Pencapaian Kondisi Optimum RU VI Balongan.” Peluncuran berlangsung di Ruang Strategic Command Center, Gedung Amanah pada Senin, 27 April 2026, dan dihadiri jajaran manajemen kilang.

Buku ini memuat berbagai pembahasan penting, mulai dari optimasi variabel proses, efisiensi konsumsi energi (energy intensity index), hingga strategi peningkatan yield produk bernilai tinggi. Kehadiran buku tersebut diharapkan mampu memperlancar proses transfer pengetahuan antar pekerja serta mendorong percepatan perbaikan kinerja kilang menuju margin positif yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan (safe operation).

Secara teknis, buku ini juga menyajikan panduan komprehensif dalam mendeteksi dini deviasi proses, mengeksekusi solusi yang tepat, hingga mengukur dampak ekonomi dari setiap tindakan operasional. Hal ini menjadikannya sebagai referensi penting bagi seluruh pekerja Kilang Balongan dalam menjaga profitabilitas dan performa operasional.

General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa buku tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga keunggulan operasional kilang.

“Kilang Balongan memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi nasional. Setiap proses dan keputusan operasional harus mengarah pada operasi yang andal, aman, efisien, dan berdaya saing tinggi. Buku ini menjadi fondasi penting agar pengetahuan tidak berhenti pada individu, tetapi terinstitusionalisasi menjadi kekuatan organisasi,” ujarnya.

Buku yang merupakan karya para Perwira Kilang Balongan ini tidak hanya menjadi instrumen peningkatan kinerja dan mitigasi risiko, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata kilang dalam mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

(Casinih)